Selasa, 03 Februari 2015

Robot ini bisa memasak hanya dengan menonton video di youtube

Bayangkan jika anda memiliki robot pribadi yang mampu mempersiapkan sarapan anda setiap pagi. Dan, bayangkan robottersebut tidak membutuhkan bantuan untuk mencari tahu cara membuat telur dadar yang sempurna, karena robot ini mampu belajar semua langkah yang diperlukan dengan menonton video di YouTube. Ini mungkin terdengar seperti fiksi ilmiah, tetapi sebuah tim di University of Maryland baru saja membuat terobosan signifikan yang akan membawa skenario ini satu langkah lebih dekat dengan kenyataan.
Para peneliti dari University of Maryland Institute for Advanced Computer Studies (UMIACS) bekerja sama dengan ilmuwan dari National Information Communications Technology Research Centre of Excellence di Australia (NICTA) telah mengembangkan sistem robot yang mampu mengajar diri sendiri. Secara khusus, robot ini mampu mempelajari teknik mengenggam yang rumit dan manipulasi gerakan yang diperlukan untuk memasak dengan cara menonton video memasak online yang ada di youtube. Terobosan utamanya adalah supaya robot dapat "berpikir" untuk diri mereka sendiri, menentukan kombinasi terbaik dari gerakan yang telah diamati yang akan memungkinkan mereka untuk secara efisien menyelesaikan tugas yang diberikan.
Riset ini telah dipaparkan kemarin pada hari Kamis, 29 Januari 2015, dalam Konferensi  Asosiasi untuk pengembangan kecerdasan buatan yang ke 15 (AAAI15) di Austin, Texas. Para peneliti mencapai kesimpulan  ini dengan menggabungkan pendekatan dari tiga bidang penelitian yang berbeda: Kecerdasan buatan, atau desain komputer yang dapat membuat keputusan sendiri; Visi komputer, atau rekayasa sistem yang secara akurat dapat mengidentifikasi bentuk dan gerakan; dan pengolahan bahasa alami, atau pengembangan sistem yang kuat yang dapat memahami perintah yang diucapkan. Meskipun pekerjaan yang mendasari kompleks, tim iini menginginkan hasil yang dapat mencerminkan sesuatu yang praktis dan berhubungan untuk kehidupan sehari-hari.
"Kami memilih video memasak karena semua orang pernah melakukannya dan paham akan hal tersebut," kata Yiannis Aloimonos, UMD profesor ilmu komputer dan direktur Computer Vision Lab, salah satu dari 16 laboratorium dan pusat penelitian di UMIACS. "Tapi memasak adalah hal yang kompleks dalam hal manipulasi, langkah-langkah pengerjaan dan alat yang Anda gunakan. Sebagai contoh jika Anda ingin memotong mentimun, Anda perlu untuk mengambil pisau, meletakkannya di telenan, memotongnya dan mengamati hasilnya untuk memastikan Anda melakukannya dengan benar. " lanjutnya.
Salah satu tantangan utama dalam penelitian ini adalah merancang cara agar robot mampu mengurai langkah-langkah pengerjaan dengan tepat, sambil mengumpulkan informasi dari video yang bervariasi dalam hal kualitas dan konsistensi. Robot yang diharuskan untuk dapat mengenali setiap langkah yang berbeda, menerapkannya ke "aturan" yang menentukan perilaku tertentu, dan kemudian mengabungkan semua perilaku ini dalam urutan yang tepat.
"Kami berusaha untuk menciptakan teknologi dimana robot pada akhirnya dapat berinteraksi dengan manusia," kata Cornelia Fermüller, seorang ilmuwan asosiasi penelitian di UMIACS. "Jadi mereka perlu memahami apa yang manusia lakukan. Untuk itu, kita memerlukan alat  sehingga robot dapat mengikuti tindakan manusia dan melacaknya secara real time. Kami tertarik untuk memahami semua komponen ini. Bagaimana sebuah tindakan dilakukan oleh manusia? Bagaimana itu dirasakan oleh manusia? Dan apa proses kognitif di balik itu? "
Aloimonos dan Fermüller membandingkan tindakan-tindakan individu ini dengan kata-kata dalam sebuah kalimat. Setelah robot telah belajar "kosa kata" tindakan, mereka bisa mengabungkannya dalam sebuah cara untuk mencapai tujuan tertentu. Pada kenyataannya, inilah yang membedakan pekerjaan mereka dari upaya sebelumnya.
"Orang lain mencoba untuk menyalin gerakan. Sebaliknya, kami mencoba untuk menyalin tujuan. Ini adalah sebuah terobosan," Aloimonos menjelaskan. Pendekatan ini memungkinkan robot untuk menentukan sendiri bagaimana cara terbaik untuk menggabungkan berbagai tindakan, daripada mereproduksi serangkaian tindakan yang telah ditentukan.
Penelitian ini juga bergantung pada arsitektur perangkat lunak khusus yang dikenal sebagai pembelajaran deep-learning neural networks. Meskipun pendekatan ini bukanlah hal yang baru, membutuhkan banyak kekuatan pemrosesan untuk dapat bekerja dengan baik, dan butuh beberapa saat agar teknologi komputasi mampu mengejar ketinggalan. Versi yang sama dari jaringan saraf neural networks digunakan dalam aplikasi pengenalan suara di smartphone dan perangkat lunak pengenalan wajah yang digunakan oleh Facebook dan situs-situs lain.
Sementara banyak robot telah digunakan untuk melaksanakan tugas-tugas yang rumit selama beberapa dekade perakitan mobil namun robot tersebut harus diprogram dan dikalibrasi oleh teknisi manusia. Robot yang mampu belajar mandiri bisa mengumpulkan informasi yang diperlukan dengan menonton orang lain, yang merupakan cara yang sama dengan cara manusia belajar. Aloimonos dan Fermüller membayangkan masa depan di mana robot cenderung melakukan tugas-tugas  dalam kehidupan sehari-hari, sementara manusia dibebaskan untuk mengejar tugas yang lebih rumit dan kompleks.
"Dengan memiliki robot fleksibel, kami berkontribusi ke tahap otomatisasi berikutnya. Ini akan menjadi revolusi industri berikutnya," kata Aloimonos. "Kami akan memiliki lingkungan manufaktur yang cerdas dan gudang yang sepenuhnya otomatis. Akan mengagumkan jika kita menggunakan robot otonom untuk pekerjaan yang berbahaya , Untuk meredakan bom dan membersihkan sisa-sisa nuklir seperti di Fukushima Kami telah menunjukkan bahwa mungkin untuk robot humanoid dapat melakukan pekerjaan manusia. " sambungnya.
Berikut video “Autonomy in Robotics”bersama dengan peneliti Yianis Aloimonos dan Cornelia Fermuller:
Anda juga bisa membaca Paper lengkap nya di sini: http://www.umiacs.umd.edu/~yzyang/paper/YouCookMani_CameraReady.pdf

Sumber:

 Biografi Penulis
Ellynda L

(instr.robotik ROBO CLUB)
[deskripsi penulis]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LOMBA ROBOTIK SE-INDONESIA ASIC FAIR 2019

UNDANGAN TERBUKA UNTUK SMA SE-INDONESIA KELOMPOK ILMIAH REMAJA ALMA'SOEM (ALMA’SOEM SCIENCE CLUB) PROUDLY PRESENT ASIC ROBOTI...