Rabu, 10 Desember 2014

MOTOR DC

Pada sebuah robot terdapat beberapa bagian diantaranya ada bagian sensor yaitu suatu komponen yang dapat mendeteksi suatu besaran fisis, kontrol yaitu suatu komponen yang dapat mengontrol masukan dari sensor, dan aktuator yaitu sebuah peralatan mekanis untuk menggerakan mekanisme atau sistem. Pada artikel ini kita akan membahas tentang aktuator, ada beberapa jenis aktuator seperti motor DC, motor stepper, motor servo, dll. Dan salah satu contoh aktuator yang akan kita jelaskan adalah motor DC.
Motor DC merupakan jenis motor yang menggunakan tegangan searah sebagai sumber tegangannya. Dengan memberikan beda tegangan pada kedua terminal tersebut, motor akan berputar pada suatu arah, dan bila polaritas dari tegangan tersebut dibalik, maka arah putaran motor akan terbalik pula. Polaritas dari tegangan yang diberikan pada dua terminal menentukan arah putaran motor, sedangkan besar dari beda tegangan pada kedua terminal menentukan kecepatan motor. Bagian dasar dari motor DC yaitu [1]:
1.    Bagian yang tetap/stasioner yang disebut stator. Stator ini menghasilkan medan magnet, baik yang dibangkitkan dari sebuah koil (elektromagnet) ataupun magnet permanen.
2.    Bagian yang berputar disebut rotor. Rotor ini berupa sebuah koil dimana arus listrik mengalir.


Gambar 3.2 Motor DC [1]
Gaya elektromagnet pada motor DC timbul saat ada arus yang mengalir pada penghantar yang berada dalam medan magnet. Medan magnet itu sendiri ditimbulkan oleh magnet permanen. Garis-garis gaya magnet mengalir diantara dua kutub magnet dari kutub utara ke kutub selatan. Menurut hukum gaya Lourentz, arus yang mengalir pada penghantar yang terletak dalam medan magnet akan menimbulkan gaya. Gaya F, timbul tergantung pada arah arus I, dan arah medan magnet B [1].


Gambar 3.3 Konstruksi Motor DC [1]
Belitan stator merupakan electromagnet, dengan penguat magnet terpisah F1-F2. Belitan jangkar ditopang oleh poros dengan ujung-ujungnya terhubung ke komutator dan sikat arang A1-A2. Arus listrik DC pada penguat magnet mengalir dari F1 menuju F2 menghasilkan medan magnet yang memotong belitan jangkar. Belitan jangkar diberikan lictrik DC dari A2 menuju ke A1. Sesuai kaidah tangan kiri, jangkar akan berputar berlawanan jarum jam. Gaya elektromagnet pada motor DC timbul saat ada arus yang mengalir pada penghantar yang berada dalam medan magnet. Medan magnet itu sendiri ditimbulkan oleh magnet permanen. Garis-garis gaya magnet mengalir diantara dua kutub magnet dari kutub utara ke kutub selatan. Menurut hukum gaya Lourentz, arus yang mengalir pada penghantar yang terletak dalam medan magnet akan menimbulkan gaya. Gaya F, timbul tergantung pada arah arus I, dan arah medan magnet B. arah gaya F dapat ditentukan dengan aturan tangan kiri seperti pada gambar 3.4 [1]:



Gambar 3.4 Penentuan Arah Gaya Pada Kawat Berarus Listrik Dalam Medan Magnet [1]

Sekian penjelasan tentang motor DC, semoga bermanfaat dan artikel berikutnya dari saya mugkin penjelasan tentang kendali motor DC dengan Mikrokontroler Atmega32. Terima kasih....
Refferensi:

http://www.guntursanjaya.com/2011/11/prinsip-kerja-motor-arus-searah-  dc.html Prinsip Kerja Motor Arus Searah (DC). Diakses pada 24 Oktober 2014 pada pukul 20.15 WIB.

Biografi Penulis
M.Arsal Saleh
(instr.robotik ROBO CLUB)
[deskripsi penulis]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LOMBA ROBOTIK SE-INDONESIA ASIC FAIR 2019

UNDANGAN TERBUKA UNTUK SMA SE-INDONESIA KELOMPOK ILMIAH REMAJA ALMA'SOEM (ALMA’SOEM SCIENCE CLUB) PROUDLY PRESENT ASIC ROBOTI...