Senin, 10 November 2014

SISTEM CATU DAYA PADA ROBOT (Tutorial)

Sistem catu daya yang baik harus mampu mensuplai daya yang stabil dan dalam jumlah yang cukup. Daya yang disuplai dapat berbentuk energi mekanik atau listrik. Ada beberapa pilihan sistem catu daya yang mungkin dipakai untuk robot, beberapa diantaranya adalah:

v  Mekanisme pegas. Komponen inti dari sistem ini adalah material elastis, seperti pegas atau karet. Material elastis tersebut kemudian diregangkan dengan cara memutar suatu tuas. Tegangan kemudian dilepas secara perlahan dengan suatu mekanisme kontrol tertentu.1 Tegangan ini akan dapat menggerakkan as, sehingga robot dapat melakukan gerakan yang diinginkan. Energi keluaran dari sistem catu daya ini sudah berupa energi gerak (putaran as), sehingga tidak memerlukan alat tambahan (seperti motor listrik) untuk menghasilkan gerakan robot. Akan tetapi pengubahan energi gerak ke bentuk energi lain (seperti listrik, panas, cahaya, suara, dan lain-lain) sangat sulit dilakukan. Sehingga penggunaan sistem catu daya ini umumnya terbatas untuk robot yang hanya melakukan fungsi gerak saja.

v  Solar cell. Solar cell akan mengubah energi cahaya menjadi  energi listrik melalui efek fotovoltaic. Daya yang dihasilkan akan sebanding dengan intensitas cahaya. Sehingga diperlukan kapasitor besar atau baterai yang dapat diisi ulang (rechargeable) untuk mensuplai daya yang stabil bagi robot. Robot yang memakai sistem ini akan dapat bekerja lebih mandiri, karena sumber energi hanya berasal dari cahaya matahari. Akan tetapi pada robot harus terdapat permukaan yang cukup luas untuk tempat memasang solar cell. Ingat daya yang dihasilkan juga sebanding dengan luas area solar cell.


v  Fuel cell. Pada fuel cell akan terjadi reaksi kimia kompleks yang memanfaatkan hidrogen (H2). Reaksi ini akan mengubah energi potensial kimia menjadi energi panas dan listrik. Umumnya hanya energi listrik yang dapat dimanfaatkan dengan mudah untuk kerja robot. Tegangan listrik yang dihasilkan bernilai 1.5 sampai ratusan volt, tergantung tipe fuel cell yang dipakai. Fuel cell adalah salah satu sumber energi masa depan yang sangat potensial. Saat ini fuel cell sudah diaplikasikan pada beberapa perangkat, dari mobil sampai laptop. Hal ini membuktikan bahwa fuel cell dapat menyediakan daya yang cukup besar dan berukuran cukup kecil, sehingga sangat sesuai untuk dipalikasikan pada robot. Sayangnya pada saat ini fuel cell belum banyak tersedia di pasaran dan harganya masih sangat mahal. Diharapkan dimasa depan fuel cell akan banyak tersedia di pasaran, murah, berukuran kecil, dan berkapasitas daya besar.

v  Baterai. Pada baterai akan terjadi reaksi kimia zat-zat penyusunnya, sehingga energi potensial kimia berubah menjadi energi listrik (dan sebagian kecil terbuang sebagai panas). Baterai banyak tersedia di pasaran, harganya cukup ekonomis, dan memiliki tegangan, kapasitas, dan ukuran yang beragam. Pada baterai tidak ada komponen yang bergerak, sehingga pemeliharaan lebih sederhana daripada sistem mekanisme pegas. Baterai juga mengeluarkan daya yang relatif stabil dan tidak terlalu tergantung pada kondisi lingkungan (bandingkan dengan solar cell yang mengeluarkan daya sebanding dengan intensitas matahari). Selain itu baterai juga tidak memerlukan area yang luas.

Semua sistem catu daya yang diuraikan diatas memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing. Pemilihan sistem catu daya yang tepat akan membuat robot anda memiliki performa yang baik, ekonomis dan perawatan & pemakaian yang mudah.
Pada saat ini sistem catu daya yang paling umum digunakan untuk robot adalah baterai, sehingga pada sisa buku ini hanya akan dibahas mengenai baterai saja.






(Dari berbagai Sumber)

Biografi Penulis
Ir. Sony Sumaryo

[deskripsi penulis]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LOMBA ROBOTIK SE-INDONESIA ASIC FAIR 2019

UNDANGAN TERBUKA UNTUK SMA SE-INDONESIA KELOMPOK ILMIAH REMAJA ALMA'SOEM (ALMA’SOEM SCIENCE CLUB) PROUDLY PRESENT ASIC ROBOTI...