Jumat, 24 Oktober 2014

Software dan Microcontroller Instruction Set (Tutorial – 3 MCU)

(Tutorial – 3 MCU)
  • Pendahuluan
    • Microcontroller dirancang untuk mengontrol Hardware (Perangkat Keras).
    • Instruction set (Sekelompok Instruksi) dirancang agar dapat mengontrol secara efisien komponen internal dan infrastruktur sekelilingnya (dikontrol melalui port).
    • Persyaratan utama instruction set adalah:
      • Pengontrolan register microcontroller dengan mudah
      • Kemampuan untuk mengakses port dan peripheral lainnya dan status register.
      • Kemampuan untuk mengakses individual bit dari port atau register.
      • Kemampuan masking operation yang baik untuk menguji port dan bit register secara individual.
      • Infratsruktur interupsi yang baik.
      • Kaya akan mode penagalamatan (Addressing).

  • Persyaratan Pembuatan dan Pengembangan Program:
    • Lingkungan pemrograman meliputi:
      • Sebuah Text Editor untuk membuat source program code;
      • Sebuah Assembler untuk memproduksi sebuah machine executable program dengan linked library module;
      • Beberapa debugging untuk pengujian program;
      • Sebuah Programmer untuk memprogram target device.
    • Tahapan pembuatan program:

      • Fungsi Assembler adalah mengubah source code ke dalam sebuah file object code.
      • File object code tidak dapat dieksekusi oleh target microcontroller. Diperlukan program Linker.
      • Fungsi Linker menggabungkan file object yang dihasilkan oleh Assembler dengan standard library module (pre-assembled into object files) untuk menghasilkan file executable  (file .hex) yang dapat di-load (diisi) ke dalam memori microcontroller.
      • Program Loader mengambil file executable .hex dari hard disk dan mengisinya ke dalam target microcontroller.
      • File source code berisi instruksi letak file .hex di dalam target microcontroller.
        • ORG 0000H
Instruksi meng-ORGanise program target diisi ke dalam memori target microcontroller pada alamat 0000 hex (0000 0000 0000 0000 binary)

    • Getting your Program to Work Correctly:
      • Assembler menjamin instruksi yang kita gunakan pada program memiliki syntax yang benar. Tetapi ini tidak menjamin program akan berjalan dengan benar.
      • Tahap berikutnya adalah mengeksekusi program dan melihat apakah yang kita inginkan bekerja, dan jika tidak, kita perlu memodifikasinyan -à langkah ini disebut dengan debugging.
      • Ada sejumlah cara diamana program dapat di-debugged:
      • Gunakan Simulator Program untuk menjalankan file .hex.
      • Umumnya program ini berjalan di PC.
      • Gunakan Sistem Emulator untuk menjalankan file .hex.
      • Sistem ini biasanya berupa sistem hardware yang berisi versi target microcontroller dengan tambahanhardware dan software untuk mendukung instruksi program dipantau pada level assembly ketika program berjalan (running).
      • Sistem emulator dapat dihubungkan ke komputer PC.

      • Gunakan EPROM Emulator.
        • Sistem ini berisi memori RAM yang digunakan untuk menempatkan memori EPROM Aktual.
        • EPROM Emulator dihubungkan ke PC dan Executable Program ditempatkan di Emulator.
        • Program berjalan di RAM EPROM Emulator, tetapi target system melihat program berada di EPROM address space pada target system.
      • Buat program pada Sistem Development (PC) dengan Assembler dan Linker, kemudian program diisi langsung ke Target System dan kemudian dijalankan.
        • Pendekatan ini tidak produktif
      • EPROM Emulator:




(Sumber: Terjemahan dari berbagai sumber)


Biografi Penulis
Ir. Sony Sumaryo

[deskripsi penulis]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SUNDIAL ROBOTIC COMPETITION 2018

PUSPA IPTEK SUNDIAL DAN ROBOCLUB : Mempersembahkan: SUNDIAL ROBOTIC COMPETITION 2018 Ayo persiapkan diri kamu untuk mengikuti ran...