Selasa, 14 Oktober 2014

"Robot Canggih, 99% Mirip Manusia"

Apakah Anda pernah melihat film “Terminator”, film fiksi yang dibintangi Arnold Schwarzenegger? Film ini mengisahkan tentang mayat – mayat tentara AS yang dihidupkan kembali menjadi robot tempur. Itu semua merupakan produk teknologi canggih, karya dari suatu film fiksi. Namun, Douglas Hines, seorang teknokrat ahli kimia organik dan ahli komputer robotik mampu membuat robot mirip manusia. Ia berani mengatakan karyanya merupakan robot tercanggih di dunia dengan kesempurnaan 99 persen mirip manusia.
        Untuk pengenalan pertama robot buatannya, ia memilih jenis kelamin wanita sebagai makhluk yang banyak disenangi kaum pria. Memiliki tubuh langsing 5 kaki 7 inci (sekitar 154 sentimeter) dan berat tubuh 120 pon (60 kilogram). Dia mau di ajak chatting tanpa henti, sampai sejauh mana anda mampu meladeninya. Roxxy, nama kode pertama robot itu, saat ini diduga jadi robot yang paling canggih di dunia dengan kemampuan melakukan hubungan intim, yang sebelumnya belum pernah dikembangkan. Dijual dengan harga 7.000 dolar Amerika per unit, dan dapat jadi milik Anda seutuhnya.
          Robot ini dilengkapi komputer di bawah “kulit” silicon hypoallergenic lembut sebagai otaknya. Jenis silikon ini ia kembangkan lebih spesifik sebagai jati diri salah seorang ahli kimia organic terkenal dari AS. Sebelum penggunaan, robot membutuhkan pengenalan suara pemilik dan vocab instant, perangkat lunak untuk menjawab pertanyaan dan percakapan lanjutan. Dia bahkan di beri lima “kepribadian” yang berbeda, tergantung keinginan pemilik.
        Dari karakter sifat dingin Farrah dan humoris Wendy, atau si periang Pretty, yang semuanya dapat diprogram sesuai dengan preferensi keinginan calon pemilik. Kalau Anda duduk berdampingan atau mengobrol, tidak akan merasakan bahwa yang diajak mengobrol itu manusia buatan.
       “Saat pameran hingga kini, banyak permintaan dari berbagai Negara untuk jenis produk baru ini,” ujar Henis, teknokrat dan ilmuwan komputer perusahaan Bell Labs. Untuk pengiriman selama beberapa bulan ini ke depan, robot cantik Roxxy tidak tersedia. Namun bagi mereka yang memesannya, Hines mengambil preorder melalui situs webnya, truecompanion.com, tercatat ribuan orang di AS telah mendaftar. “Mereka seperti tidak sabar untuk bertemu dengannya,” ujar Hines bangga. “Ini hampir seperti antisipasi mau kencan pertama,” ucapnya menambahkan. Bahkan Badan Pertahanan AS memesan 1.000 unit jenis robot laki-laki dengan spesifikasi khusus untuk ditempatkan di unit-unit tertentu.
          Di luar dari Boneka Roxxy, banyak kaum perempuan menanyakan pula tentang robot laki-laki yang tampan. Seorang terapis seks wanita yang menghubungi Hines ingin membeli satu untuk setiap pasien-pasiennya. Dalam monolog baru-baru ini, Jay Leno, pemilik pertama mengungkapkan keheranannya bahwa robot yang ia dapatkan dapat melanjutkan percakapan seperti manusia hidup realistis dan mengekspresikan segala emosi persis seperti manusia. Hines menyatakan, dirinya adalah seorang pria yang sudah menikah bahagia di Lincoln Park, New Jersey. Ia mengisi waktu isengnya menciptakan robot manusia yang menghabiskan waktu lebih dari tiga tahun.
      Setelah melakukan serentetan uji coba untuk menemukan aplikasi yang didasarkan pada teknologi kecerdasan buatan, Hines akhirnya berhasil menggapai angan-angan untuk membuat robot manusia serealistis mungkin dengan cara menutupi hampir seluruh kelemahan robot pabrikan. Tubuh Roxxy terbuat dari silicon hypoallergenic, jenis material baru yang ia kembangkan yang bisa digunakan untuk pembuatan profil kaki palsu, lebih sempurna dan realistis. Dibentuk menggunakan kerangka yang kaku dan kuat, Roxxy tidak bisa bergerak sendiri tetapi kulitnya dapat berkerut ke dalam hampir menyerupai posisi alami. Untuk membuat bentuk tubuhnya, disiapkan seorang model perempuan yang menghabiskan waktu seminggu berpose  untuk serangkaian cetakan.
      Hines mengatakan, robot dapat berjalan sendiri dengan menggunakan baterai lithium yang di charge selama tiga jam. Pemilik dapat mengisi ulang energi Roxxy dengan kabel listrik. Sebuah motor mini di dadanya memompa udara hangat keseluruh tubuh melalui jaringan tabung lembut yang meniupkan angin melalui tubuh robot. Hal ini untuk memastikan tubuh robot itu tetap hangat, sehangat tubuh manusia jika disentuh. Roxxy juga dilengkapi alat sensor di tangan dan di bagian genital areanya. Reaksi tanggapan vocal akan muncul dengan segera ketika disentuh.
    Ketika seseorang berbicara kepada Roxxy, komputernya akan mengubah kata-kata yang diterimanya untuk ucapan teks jawab dalam beberapa detik. Kemudian dengan menggunakan perangkat lunak pengenalan pola, mereka mencocokan dengan data base yang berisi ribuan tanggapan kosakata yang sesuai. Robot lalu menjawab dengan suara yang telah disesuasikannya. Alat perekam “suara”, ditempatkan oleh programmer melalui pengeras suara yang tersembunyi di balik rambut palsu.
         “Segala sesuatu yang Anda katakana kepadanya akan diproses seketika. Ini sangat dekat dengan real-time, nyaris tanpa penundaan,” ujar Hines tentang dinamika percakapan manusia Roxxy. “Untuk membuatnya serealistis mungkin, ia memiliki dialog yang berbeda pada waktu yang berbeda. Dia berbicara dalam mimpinya, bahkan bisa mendengkur. Fitur mendengkur dapat dimatikan,” katanya.
         Untuk sekarang, Roxxy hanya mengerti dan berbicara bahasa Inggris. Akan tetapi, Hines benar-benar berotak bisnis. Kini ia mengembangkan usahanya dengan membuat beberapa robot versi Jepang dan Spanyol. Untuk merekam dialog dikustomisasi dan frase, untuk setiap klien berbeda dikenakan biaya tambahan. Dengan demikian, berarti Roxxy dapat berbicara kepada Anda tentang berbagai masalah, NASCAR misalnya, atau seluk beluk politik di Timur Tengah, tentang isu nuklir Iran dan sebagainya. Benar-benar robot manusia yang unik dan cerdik.
         Hines percaya bahwa Roxxy deprogram atas dasar cinta lain di balik bentuk bonekanya. Serupa tapi tak sama dengan Real-Doll yang sudah dijual duluan. Boneka bisu buatan Hines dijual hanya sekitar 5.500 dolar AS dalam keadaan kosong (belum deprogram). Karena tidak memiliki kemampuan percakapan, memberikan nuansa sesuatu yang dekat dengan emosional persahabatan. Basis pelanggannya? Dari sejak pembeli yang pemalu, canggung, atau pria tua yang mengalami kesulitan bertemu anak-anak.
        “Apakah ini sebuah produk yang layak? Ya.” Kata Sherri Shaulis, seorang editor di Adult Video News, sebuah majalah bisnis untuk industry robotic. “Ada pasar luas untuk produk Roxxy. Memang, dibandingkan dengan industri otomotif, di pasar dunia sangat kecil sekali. Tapi mungkin juga tidak,” katanya optimis.
       Sebagai bukti, True Companion mengklain bahwa sampai saat ini perusahaannya telah menerima preorder untuk Roxxy robot lebih dari 4.000. Selain itu, perusahaannya telah menerima 20.000 kontak dari berbagai penjuru, AS, Jepang, Jerman, dan Perancis meminta informasi secara mendetail tentang produknya. True Companion juga sedang mengembangkan sebuah robot laki-laki bernama Rocky.


                “Di pasaran saat ini, tidak ada robot yang seperti Rocky,” ujar Hines yang berbicara tentang penciptaan unik yang memiliki rasa kasih saying asli.*** 




 Sumber Penulis : (Dedi Riskomar, wartawan senior) Pikiran Rakyat, Kamis wage 19 Agustus 2010 "

   Biografi Penulis
Ir. Sony Sumaryo

[deskripsi penulis]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SUNDIAL ROBOTIC COMPETITION 2018

PUSPA IPTEK SUNDIAL DAN ROBOCLUB : Mempersembahkan: SUNDIAL ROBOTIC COMPETITION 2018 Ayo persiapkan diri kamu untuk mengikuti ran...