Selasa, 30 Desember 2014

Pengenalan Mikrokontroler

    Mungkin diantara teman-teman ada yang penasaran bagaimana sebuah robot bisa bergerak begitu cerdas, bagaimana mobil bisa mendeteksi jarak benda di sekitarnya, dan bagaimana pintu mal bisa terbuka otomatis. Jawaban sederhana dan mendasar adalah mikrokontroler.
Apa itu mikrokontroler? Secara sederhana mikrokontroler adalah sebuah sistem mikroprosesor yang di dalamnya sudah terdapat CPU (Central Processing Unit), ROM (Read Only Memory), RAM (Random Access Memory), Input Output, dan peralatan internal lainnya yang dikemas dalam 1 chip sehingga kita tinggal mengisi program ke dalam memorinya.
Apa hubungan mikrokontroler dan perangkat cerdas? Perangkat cerdas berfungsi sesuai dengan program cerdas yang terisi ke dalam memori mikrokontroler. Misal kita membuat program robot pengikut garis ke dalam mikrokontroler, maka mikrokontroler akan melakukan proses terhadap sensor dan motor untuk bergerak mengikuti garis.
Sebelum kita membahas jauh tentang mikrokontroler, mari kita bahas terlebih dahulu tentang saudaranya, yaitu mikrokomputer. Apakah mikrokomputer dan mikrokontroler itu sama? Persamaannya adalah bahwa keduanya memiliki sistem mikroprosesor yang tertanam di dalam chipnya. Perbedaannya adalah mikrokomputer biasanya tidak menyimpan peralatan lainnya seperti RAM, ROM, Clock di dalam 1 chip. Sehingga mikrokomputer membutuhkan chip lain untuk berfungsi misal chip RAM, chip ROM dan lain sebagainya. Selain itu perbedaan yang paling utama adalah dari sisi penggunaannya. Mikrokomputer digunakan untuk kebutuhan yang umum seperti menulis file, memutar lagu dan lain sebagainya. Contoh produsen mikrokomputer yang terkenal adalah Intel, AMD, dan ARM. Sedangkan mikrokontroler digunakan untuk kebutuhan khusus misal kontroler, akuisisi data dan hal-hal spesifik lainnya. Contoh produsen mikrokontroler yang terkenal adalah Atmel, Microchip, Texas Instrument dan lain sebagainya.
Secara umum kita sudah dapat membedakan antara mikrokomputer dan mikrokontroler, mari kita kembali ke bahasan kita tentang mikrokontroler. Apa yang harus kita pelajari untuk bisa mengerti mikrokontroler?
Untuk membuat aplikasi berbasis mikrokontroler kita bisa belajar dengan membuat sistem minimum dan downloader mikrokontroler sendiri dan mencobanya. Banyak sekali tutorial bertebaran di internet yang membahas aplikasi mikrokontroler. Namun, untuk lebih memahami mikrokontroler secara mendalam, pertama-tama teman-teman sangat disarankan belajar mengenai basis bilangan seperti desimal, oktal, biner, dan heksadesimal. Kedua teman-teman disarankan belajar mengenai elektronika digital seperti timer, counter, gerbang logika. Ketiga barulah teman-teman belajar mikrokontroler dan pemrogramannya. Sekian pengenalan materi ini dan sampai jumpa di materi selanjutanya

Tetap semangat untuk belajar.

ini dia gallery RFC minggu ini....>>>>>



mono mau kenalin dlu nich....ini kaka OKY pembicara RFC di minggu ini...ini kaka oky lagi nerangin mikrokontroler....



kalau ini peserta2 RFC minggu ini...serius yah sahabat'' Mono dgrin kaka oky yg lagi nerangin mikrokontroler nya....




hihi... kaka oky juga antusias nerangin nya... ^^>



hehe ,,,,,sahabat Mono lagi narsisi nih......

nahhh.....tunggu yah RFC selanjutnya dan ikuti aj langsung RFC nya...free loch.... 

Salam semangat ROBOTIK SELURUH INDONESIA.....^^>

Biografi Penulis
Okyza Maherdy Prabowo
(Pembicara)
[deskripsi penulis]

Senin, 22 Desember 2014

SENSOR SUHU SEDERHANA MENGGUNAKAN LM35

LM 35 merupakan salah satu sensor suhu yang sangat terkenal karena kemudahan  dalam penggunaan dan sederhana. sumber tegangan tunggal atau dua sumber tegangan. Beberapa karakteristik dari LM 35 Adalah :
·         Dikalibrasi langsung pada °C
·         Skala faktor linear ± 10 mV/ °C
·         Range antara -55 sampai +150 °C
·         Arus kurang dari 2 ยต A
·         Pemanasan rendah 0.08°C
Beberapa aplikasi yang menggunakan sensor LM 35 diantaranya adalah sistem monitoring suhu ruangan pada laboratorium kimia, sismtem monitoring suhu rumah kaca dan lain lain.
Komponen Utama:
·         IC LM35
·         IC LM393
·         Resistor Variabel/Trimport 10K ohm
·         Resistor 470 Ohm
·         Led Bebas (merah,biru, hijau)
Berikut Adalah skematik rangkaian nya

Pada bagian IC LM 35 yaitu sebagai penerima inputan suhu yang diteruskan ke   IC LM 393 sebagai komparator pembagi tegangan dimana keluaran yang dihasilkan pada LM 35 masuk ke kaki inverting, sedangkan kaki non inverting sebagai potensio yang berfungsi untuk mengatur keluaran inputan. Kaki 8 sebagai VS+ batas tegangan kerja IC LM 393 yaitu 5 VDC , dan kaki 4 sebagai VS- . Output yang dihasilkan dari komparator dikeluarkan melalui kaki 7 yang diberi LED sebagai indikator.
           Fungsi dari Op-Amp 393 yaitu sebagai komparator pembanding tegangan, yaitu membadingkan tegangan – tegangan masuk di kaki inverting yang di atur menggunakan potensiometer yang ada di kaki non inverting. Vref di hubungkan ke +V supply, kemudian R1 dan R2 digunakan sebagai pembagi tegangan, sehingg nilai tegangan yang di referensikan pada masukan + op-amp adalah sebesar : V = [R1/(R1+R2) ] * Vsupply
Berikut adalah contoh IC LM 393

IC LM 393 mempunyai dua inputan yang terdiri dari inverting dan non-inverting dan dua output, kaki 4 sebagai ground dan kaki 8 sebagai Vcc.
Selamat mencoba,, gampang ko simulasi dulu menggunakan Projectboard
Referensi

Diakses pada 18 Desember 2014 pada pukul 11.51 WIB.

Biografi Penulis
Gandi N Yusuf
(instr.robotik ROBO CLUB)
[deskripsi penulis]

Kamis, 18 Desember 2014

TALKSHOW ROBOTIK DI JATINAGOR TOWN SQUARE

Acara kali ini talk show robotic untuk orang tua yang berada di kawasan bandung timur, acara ini dilaksanakan pada tanggal 3 November 2014.

Acara ini bertujuan mengenalkan robotika kepada orang tua yang memang penasaran dengan robotic seperti apa. Saat acar di mulai orang tua sudah antusias dengan alat yang kita bawa.
Pertama-tama acara diisi oleh saudara Aan dengan mengenalkan seperti apa robotic itu, di teruskan oleh saudara Cecep dan Miftah.

Selesai secara teori kamipun memulai demo robot yang kami bawa yaitu, Mono Kids Edukasi dengan menyalakan LED, Robo Edu RS-A mendemokan Maze Solving.


Selang beberapa lama anak-anak sekolah ikutan dalam talk show kami, acarapun semakin meriah dengan adanya mencoba demo pada setiap anak.
Ini Merupakan pengalaman kami dalam mengisi talk show, seru, deg-degan dan kocak.
Terimakasih atas semua kesempatan yang telah di berikan kepada kami.
Kamipun semangat  untuk mengisi talk show selanjutnya.. salam hangat kami…




Penulis : Cecep Ahmad Fauzi, Aan Eko Setiawan Dan Miftahudin

Sabtu, 13 Desember 2014

Cara Membuat Project di CodeVisionAVR PART 1

Jalankan aplikasi CodeVisionAVR dengan cara melakukan klik ganda pada shortcut ikon CodeVisionAVR yang terdapat pada Desktop seperti Gambar 1.1

Gambar 1.1  Icon CodeVisionAVR pada Desktop

Untuk membuat project baru di CodeVisionAVR, beberapa langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut
1.      Setting programer
Agar program yang telah dibuat dapat didownload ke mikrokontroler, programer harus disetting terlebih dahulu. Setting programer tergantung jenis downloadernya. Setting yang digunakan untuk ditunjukkan oleh Gambar 1.2 dan Gambar 1.3


Gambar 1.2  Setting Programer

Gambar 1.3 Setting downloader
Dalam programmer type kita kita tidak akan menemukan redsim namun kita pilih Atmel STK500/AVRISP. Walaupun downloader kita menggunakan redsim, redsim juga merupakan pengembangan dari AVRISP dan pada redsim chip yang digunakan adalah AVR.

2.      Membuat proyek baru
Sebelum menulis sebuah program, harus membuat file baru terlebih dahulu dengan cara klik create new file. Akan muncul kotak dialog seperti terlihat pada Gambar 1.4. Pilih project lalu pilih OK. Pilih source untuk membuat source code dan pilih project untuk project baru.


Gambar 1.4  Dialog create new file


Selanjutnya muncul dialog pertanyaan seperti Gambar 1.5, klik yes.

Biografi Penulis
aan eko setiawan

(instr.robotik ROBO CLUB)
[deskripsi penulis]


Perlombaan RECO 2014

Assalamualaikum wr wb.
Bagaimana kabar kalian hari ini sehat ? Di sini saya akan berbagi pengalaman tentang lomba, tentunya lomba robotic ya, bukan lomba masak,atau pun lomba balap makan kerupuk. Hehe :D
Apa itu robotic ?
Robotic sudah tidak kedengaran asing lagi bagi kita, hampir perusahan yang berbasis IT hampir menggunakan sistem robotic. Apakah belajar robotic itu susah & apakah hanya bagi kalangan lelaki saja yang boleh ikut.? Ternyata tidak perempuan pun boleh. Dan belajar robotic itu gampang tidak susah.
Bagaimana bisa juara 1 RECO.
Sebelum menjelaskan juara 1 RECO, saya akan berbagi pengalaman tentang lomba. Lomba adalah tempat di mana ajang bertanding menunjukan hasil belajar kita setelah sekian lama belajar dan di buktikan saat lomba. “Inget ya lomba nya ROBOTIC” hehe. Banyak sekali pengalaman lomba yang sudah di alami salah satu nya lomba di “PARAHIYANGAN ROBOTIC COMPETITION” dan di sana merebut penghargaan juara ke 3 dalam kategori “THEATER ROBOT”.  Dan tidak kalah penting mengikuti lomba ROBOTIC International yang di selenggarakan oleh IISRO. Kita pun merebut juara ke 3 dalam kategori TEATHER ROBOT. “Sungguh aneh dengan THEATER ROBOT”. Ok sekarang ke JUARA 1 RECO ya, kemarin RECO menyelenggarakan lomba yang di selenggarakan di ITENAS, di sana dapat juara 1 dalam merakit cepat kategori TK. Menjadikan mental anak saat lomba itu susah banget, apalagi ini anak TK. Tapi dengan kerja keras saya mengajar dan melatih anak didik. Alhamdulillah setiap perlombaan selalu dapat juara.
Lomba yang pernah di ikuti :
PARAHIYANGAN ROBOTIC COMPETITION JUARA KE 3 : SMA 27 NEGERI BANDUNG
IISRO JUARA KE 3 : SMA 27 NEGERI BANDUNG
RECO JUARA 1 : TK RA ALIF



Bangga rasa nya saat membawa anak didik kita bisa berdiri di atas podium dan membawa piala. Hasil belajarnya pun tidak sia – sia.

Biografi Penulis
Rachmat Ramdhani
(instr.robotik ROBO CLUB)
[deskripsi penulis]


Rabu, 10 Desember 2014

MOTOR DC

Pada sebuah robot terdapat beberapa bagian diantaranya ada bagian sensor yaitu suatu komponen yang dapat mendeteksi suatu besaran fisis, kontrol yaitu suatu komponen yang dapat mengontrol masukan dari sensor, dan aktuator yaitu sebuah peralatan mekanis untuk menggerakan mekanisme atau sistem. Pada artikel ini kita akan membahas tentang aktuator, ada beberapa jenis aktuator seperti motor DC, motor stepper, motor servo, dll. Dan salah satu contoh aktuator yang akan kita jelaskan adalah motor DC.
Motor DC merupakan jenis motor yang menggunakan tegangan searah sebagai sumber tegangannya. Dengan memberikan beda tegangan pada kedua terminal tersebut, motor akan berputar pada suatu arah, dan bila polaritas dari tegangan tersebut dibalik, maka arah putaran motor akan terbalik pula. Polaritas dari tegangan yang diberikan pada dua terminal menentukan arah putaran motor, sedangkan besar dari beda tegangan pada kedua terminal menentukan kecepatan motor. Bagian dasar dari motor DC yaitu [1]:
1.    Bagian yang tetap/stasioner yang disebut stator. Stator ini menghasilkan medan magnet, baik yang dibangkitkan dari sebuah koil (elektromagnet) ataupun magnet permanen.
2.    Bagian yang berputar disebut rotor. Rotor ini berupa sebuah koil dimana arus listrik mengalir.


Gambar 3.2 Motor DC [1]
Gaya elektromagnet pada motor DC timbul saat ada arus yang mengalir pada penghantar yang berada dalam medan magnet. Medan magnet itu sendiri ditimbulkan oleh magnet permanen. Garis-garis gaya magnet mengalir diantara dua kutub magnet dari kutub utara ke kutub selatan. Menurut hukum gaya Lourentz, arus yang mengalir pada penghantar yang terletak dalam medan magnet akan menimbulkan gaya. Gaya F, timbul tergantung pada arah arus I, dan arah medan magnet B [1].


Gambar 3.3 Konstruksi Motor DC [1]
Belitan stator merupakan electromagnet, dengan penguat magnet terpisah F1-F2. Belitan jangkar ditopang oleh poros dengan ujung-ujungnya terhubung ke komutator dan sikat arang A1-A2. Arus listrik DC pada penguat magnet mengalir dari F1 menuju F2 menghasilkan medan magnet yang memotong belitan jangkar. Belitan jangkar diberikan lictrik DC dari A2 menuju ke A1. Sesuai kaidah tangan kiri, jangkar akan berputar berlawanan jarum jam. Gaya elektromagnet pada motor DC timbul saat ada arus yang mengalir pada penghantar yang berada dalam medan magnet. Medan magnet itu sendiri ditimbulkan oleh magnet permanen. Garis-garis gaya magnet mengalir diantara dua kutub magnet dari kutub utara ke kutub selatan. Menurut hukum gaya Lourentz, arus yang mengalir pada penghantar yang terletak dalam medan magnet akan menimbulkan gaya. Gaya F, timbul tergantung pada arah arus I, dan arah medan magnet B. arah gaya F dapat ditentukan dengan aturan tangan kiri seperti pada gambar 3.4 [1]:



Gambar 3.4 Penentuan Arah Gaya Pada Kawat Berarus Listrik Dalam Medan Magnet [1]

Sekian penjelasan tentang motor DC, semoga bermanfaat dan artikel berikutnya dari saya mugkin penjelasan tentang kendali motor DC dengan Mikrokontroler Atmega32. Terima kasih....
Refferensi:

http://www.guntursanjaya.com/2011/11/prinsip-kerja-motor-arus-searah-  dc.html Prinsip Kerja Motor Arus Searah (DC). Diakses pada 24 Oktober 2014 pada pukul 20.15 WIB.

Biografi Penulis
M.Arsal Saleh
(instr.robotik ROBO CLUB)
[deskripsi penulis]


Rabu, 03 Desember 2014

ZAT KIMIA PENYUSUN BATERAI-2

1)      Sealed Lead Acid (SLA)
Baterai ini memiliki struktur yang mirip dengan aki mobil atau motor. Pada aki, elektrolit berbentuk cairan, pada SLA elektrolit berbentuk gel. Baterai ini juga tertutup dengan rapat, sehingga gel elektrolit tidak tumpah keluar walaupun baterai digerak-gerakkan. Baterai ini memiliki kapasitas sangat besar. Selain itu baterai ini mampu mentoleransi arus pengosongan yang sangat besar (10 kali arus pengosongan normal) dalam periode singkat. Baterai ini juga memiliki self discharge sangat rendah, 5% per bulan.
      Baterai ini berukuran sangat besar dan berat. Sehingga pemakaiannya terbatas pada robot besar yang memakan arus besar. Life Cycle baterai ini juga cukup rendah, hanya sekitar 300 siklus charging discharging. Selain itu baterai ini akan mengalami kerusakan permanen jika dipakai sampai kosong. Tabel berikut memperlihatkan ukuran baterai SLA 6 Volt dan 12 Volt.



Gambar 2.4 Baterai SLA


Tabel 2.2 Ukuran baterai 6 Volt SLA
Nominal Capacity (Amps)
Height
Width
Depth
Weight
1.0
51
42.5
54.5
0.25
2.8
134
34
64
0.59
4.0
70
47
105.5
0.85
7.0
151
34
97.5
1.29
10.0
151
50
97.5
2.0
12.0
151
50
97.5
2.1
Catatan:
Weihgt: dalam kilogram,
Height, Width, Depth : dalam milimeter


Tabel 2.3 Ukuran baterai 12 Volt SLA
Nominal Capacity (Amps)
Height
Width
Depth
Weight
0.8
96
25
61.5
0.35
1.2
97
48
55
0.59
2.0
150
20
89
0.7
3.2
134
67
64
1.23
4.0
90
70
106
1.56
7.0
151
65
98
2.8
12
151
98
97.5
3.78
17
181
75
167
5.89
18
180
76
167
6.2
24
166
175
125
8.99
38
197
164
170
13.48
65
350
166
174
22.67
Catatan:
Weihgt: dalam kilogram,
Height, Width, Depth : dalam milimeter


2)      Li-Ion (Lithium-Ion)
Li-Ion adalah baterai yang dapat diisi ulang yang umum dipakai pada laptop dan kamera digital. Baterai ini sangat ringan dan berkapasitas besar, kerapatan energinya (perbandingan antara energi yang disimpan dengan ukuran baterai) dua kali NiCd. Tegangan yang dihasilkan oleh sebuah cell Li-Ion tiga kali lipat NiCd atau NiMH. Self discharge baterai ini juga cukup rendah, sekitar 10 % hilang per bulan.
      Sayangnya umur baterai ini cukup singkat, hanya 2 tahun, tidak tergantung pada pemakaian baterai. Teknik pengisian baterai ini juga sangat rumit, sehingga memerlukan alat pengisi (charger ) yang mahal.



Gambar 2.5 Baterai Li-Ion
 

3)      Lithium
Baterai lithium (tanpa ion) barsifat tak dapat diisi ulang (non-rechargable). Mereka umumnya dipakai pada aplikasi jangka panjang. Contohnya pada smoke detector dan backup memori. Baterai ini tersedia dalam cell 3, 6, atau 9 volt.

4)      Polymer
Polymer adalah teknologi baterai terbaru. Mareka umumnya digunakan pada aplikasi yang memakan arus menengah sampai tinggi, seperti handphone. Baterai ini menggunakan lithium, akan tetapi teknologinya berbeda dengan baterai lihium atau lithium ion yang telah disebutkan sebelumnya. Baterai ini tersedia dalam bentuk wafer setebal 1 mm.

            Pemilihan tipe baterai yang digunakan tergantung pada konsumsi arus, kenyamanan pemakaian dan harga. Untuk robot berukuran kecil, baterai alkaline, NiCad dan NiMH yang paling umum dipakai. Ketika pilihan jatuh pada jenis Alkaline, maka harus dipilih pada jenis yang dapat diisi ulang atau tidak. Jika kita sering melakukan penggantian baterai, maka sebaiknya digunakan jenis alkaline yang dapat diisi ulang karena akan menghemat biaya, jika hal tersebut tak bisa ditempuh maka sebaiknya pilihan ke jenis NiCad atau NiMH.
            Robot ukuran menengah dapat menggunakan baterai NiMH atau Li-Ion atau baterai SLA kapasitas yang lebih kecil. Baterai SLA tersedia dalam kapasitas yang sangat beragam dan kapasitasnya pada dasarnya akan menentukan ukuran dan berat baterai.
            Robot ukuran besar (seperti digunakan untuk robot militer) dapat menggunakan baterai SLA atau menggunakan baterai elektrolit cair yang sering digunakan pada mobil atau sepeda motor.
            Baterai yang tak dapat diisi ulang disebut sebagai primary cell. Sedangkan baterai yang dapat diisi ulang disebut baterai secondary atau storage.


 Biografi Penulis
Ir. Sony Sumaryo

[deskripsi penulis]

SUNDIAL ROBOTIC COMPETITION 2018

PUSPA IPTEK SUNDIAL DAN ROBOCLUB : Mempersembahkan: SUNDIAL ROBOTIC COMPETITION 2018 Ayo persiapkan diri kamu untuk mengikuti ran...